Saturday, July 5, 2014

Posted by Frans Enriko Siregar | File under : ,



 
credit for ipoet.net
 
Sebentar lagi Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi memilih pemimpin baru untuk lima tahun mendatang. Seperti biasa, kampanye dilakukan di mana-mana. Begitu juga dengan debat capres dan cawapres sering dilakukan agar masyarakat tahu visi dan misi dari tiap pasangan. Di kantor, social media, group chat, warung, jalanan, saya selalu saja mendengar pembicaraan mengenai pilpres ini. Terkadang saya bosan mendengarnya.

Saya hanya mau langsung ke intinya. Saya berusaha senetral mungkin. Saya mau menyoroti masalah mengenai banyak orang mengatakan bahwa Jokowi tidak pantas untuk maju ke pemilihan presiden karena dianggap masih belum beres mengatasi kota Jakarta. Dan yang kedua mengenai statement dari kubu lawan Jokowi yang menertawakan sikap Jokowi saat debat dilaksanakan, yang mengeluarkan kartu Indonesia sehat saat debat berlangsung. Dan mereka mengatakan bahwa Jokowi layaknya sales karena seperti berjualan saat debat berlangsung. Saya akan membahas kedua masalah tersebut.

Jokowi belum beres mengatasi Jakarta sudah maju pilpres 2014
Ahok
Saya berpendapat opini ini terlalu sempit. Kenapa? Seandainya pun Jokowi terpilih menjadi Presiden, kan ada Ahok yang menggantikan posisi Jokowi sebagai Gubernur provinsi kota Jakarta. Kita sudah lihat niat baik Jokowi dalam membenahi kota Jakarta. Tidak ada salahnya kita mendukung orang baik untuk melanjutkan niat baiknya di wadah yang lebih besar, Indonesia. Kalau masalah nasib Jakarta, kan ada Ahok yang juga kita kenal orangnya baik dan berjalan lurus dalam kepemimpinannya.


Kalau Jokowi menjadi Presiden, itu berarti negara Indonesia dan kota Jakarta sama-sama dipimpin oleh pemimpin yang baik, oleh orang baik. Kenapa itu saja dipermasalahkan. Kalau ada yang mempermasalahkan itu berarti mereka tidak memiliki niat baik di negara ini.

Jokowi ditertawakan dan dianggap layaknya sales
Saya membaca tulisan yang ada di sebuah gambar yang berisikan kalimat tanggapan Anis Baswedan mengenai hal tersebut. Beliau mengatakan mereka (yang menghina Jokowi) adalah orang yang belum pernah merasakan pahitnya ditolak oleh pihak rumah sakit saat ingin merawat anak mereka yang sakit dan tidak punya uang. Benar sekali tanggapan beliau, saya setuju sekali.

Sekedar informasi juga, saya mempunyai teman yang seorang agen dari salah satu perusahaan asuransi terbesar yang berinisial P. Anda pasti sudah tahu asuransi itu. Dia mengatakan blak-blakan kepada saya bahwa dia memilih untuk tidak mendukung Jokowi, dia lebih memilih pasangan nomor urut satu. Anda tahu alasannya? Karena Jokowi mengeluarkan terobosan mutakhir di Jakarta, Kartu Jakarta Sehat. Dia tidak suka Jokowi karena gara-gara Jokowi peminat untuk ke asuransi berkurang karena bisa mendapatkan biaya asuransi lebih murah melalui program beliau yang sangat mutakhir. Bagaimana tanggapan anda? Sehatkah pemilih yang seperti itu?

Jadi saya hanya berpikir, lebih baik kita memilih orang yang menurut kita baik. Bukan mengikuti apa yang dikatakan orang. Ikuti kata hati nurani. Jangan gampang terbuai dengan janji-janji manis. Jangan menjelekkan pasangan lain, karena belum tentu pasangan yang anda pilih juga menjadi pilihan orang lain.

Kita hidup di Indonesia ini sebaiknya saling menghargai dan menghormati apa yang sudah menjadi pilihan orang lain. Jangan sampai terjadi adanya perpecahan hanya gara-gara pemilihan Presiden. Sangat tidak lucu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
If you find any broken internal link, please replace frans-noel.com domain with blooogin.blogspot.com